2 Tindakan istri untuk menyelamatkan suaminya dari bahaya, salah satunya menjadi viral karena tembak kriminal keenam

Tindakan istri untuk menyelamatkan suaminya dari bahaya benar-benar sangat menarik dan jarang terjadi. Salah satu yang paling mengerikan sampai video itu beredar adalah tindakan dari seorang istri dari 6 penjahat yang bergabung dengan suaminya.
1. berita viral terupdate -baru ini, sebuah video viral direkam di CCTV yang menunjukkan seorang wanita yang menembak 6 penjahat yang mengeroyoki suaminya. Momen yang tidak biasa ini terjadi di Lucknow, Uttar Pradesh, India. Dalam video yang beredar di dunia maya, itu menunjukkan keberanian seorang istri untuk menyelamatkan suaminya dari serangan enam pria. Di awal video, seorang pria dengan kemeja putih dan celana hitam membuka pintu rumahnya. Kemudian dia keluar dari halaman dan berbicara dengan seorang pria yang sedang menunggu di luar pagar. Belum lama ini, empat pria lain muncul dan segera terhubung dengan pemilik rumah.
Salah satu penyerang melemparkan pemiliknya ke tanah dan mulai memukulinya. Kemudian penyerang putih bergabung dalam pertarungan menggunakan tongkat kayu. Sementara pria pertama, yang tampaknya menjadi pemimpin geng, berjaga di pagar.
Kemudian datanglah istri dari pemilik rumah. Melihat suaminya yang dipukuli, dia kembali ke rumah. Beberapa saat kemudian, wanita itu kembali dengan revolver di tangannya. Pada awalnya, kepala geng tidak menganggap serius pemilik wanita itu. Dia hanya terkejut setelah wanita itu meletakkan pistol dan melarikan diri. Anggota geng lain juga mencoba melarikan diri karena wanita itu menembakkan senjatanya beberapa kali pada pemukulan suami. Setelah melarikan diri dari geng, suami wanita itu segera bangkit dan mengambil senjata api dari tangan istrinya.
Namun, para bandit telah melarikan diri. Video itu juga memperlihatkan seorang tetangga membuka pintu untuk melihat apa yang terjadi. Rani berarti “ratu” dalam agama Hindu dan agama. Tampaknya suami dari istri pemberani menderita cedera punggung, tangan dan kepala. Sementara polisi di Lucknow datang ke tempat kejadian. Insiden itu ternyata antara pemilik dan penyewa.
2. Selamatkan Suami yang Tercebur ke Sumur
Tindakan heroik menyelamatkan istrinya juga terjadi pada 2016. Ayu Aniari (30 tahun) terkejut mendengar suara di sumur sekitar rumahnya. Setelah melihat suaminya, Putu Budiarsa ditemukan jatuh ke dalam sumur. Tanpa pikir panjang, Ayu melompat ke sumur untuk membantu suaminya.
Ayu segera berusaha mengungsi sambil berteriak minta tolong.
“Dia (Ayu) mencoba membantu suaminya dengan mengangkat kepala Budi sehingga dia bisa bernafas, karena posisi kepalanya ada di dasar sumur,” kata tetangga korban yang membantu evakuasi, Yansen di depan tempat, Minggu (16/10/2016) di sore hari.
Lusinan orang menyaksikan evakuasi suami-istri dari sumur, menggunakan garis pakaian hijau. Seorang warga yang membantu evakuasi, Putu Darmayasa, juga melompat ke sumur untuk mengikat tubuh korban dengan handuk dan mengikatnya ke garis pakaian. Dengan kekuatan puluhan pria dewasa, mereka menembak tubuh korban, akhirnya tubuh korban diangkat dan diangkat oleh warga.
Namun sayangnya, setelah diperiksa, denyut nadi Budi tidak berdenyut lagi. Ia menghembuskan nafas terakhir di sumur rumahnya di Jalan Pulau Ambon, Gang Marmut, Denpasar, Minggu (16/10/2016) sekitar pukul 11:00, meskipun ia dilarikan ke ruang gawat darurat Rumah Sakit Umum Sanglah, Denpasar, Bali.
“Ketika denyut nadi tidak berdenyut di sumur, maka saya membawa korban ke RSUP Sanglah,” lanjut Gung Eka, yang sempat membantu korban.
Selain itu, mulut korban mengeluarkan busa putih. Proses evakuasi korban diperkirakan memakan waktu sekitar setengah jam. Adik perempuan korban, Candra Dewi (46), mengatakan bahwa saudaranya menderita epilepsi sejak lahir. Pasangan Budi dan Ayu dikaruniai dua anak. Diduga bahwa insiden ini adalah korban epilepsi, ketika mereka menimba air di dalam sumur sedalam 4 meter, dengan kedalaman air 1 meter, pada hari Minggu pukul 11.00. Kematian Budiarsih membuat Ayu histeris di Rumah Sakit Sanglah. Dia sepertinya belum menerima kecelakaan itu.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*